Bisnis Properti di Tahun 2017


Ini Dia Strategi Bisnis Properti di Tahun 2017

Jelang pergantian tahun, biasanya para pelaku bisnis di berbagai sektor industri mulai berbenah dan menyusun strategi untuk menyongsong tahun baru 2017.

Begitu juga dengan bisnis di sektor properti dengan geliatnya di tahun 2017. Prospek bisnis properti di tahun 2017 semakin cerah jika dijalankan dengan strategi yang tepat.

Dilansir dari situs Rumah.com, Monika Oyong selaku Principle LJ Hooker wilayah Kelapa Gading Square dan Kabupaten Tangerang berbagi pengalamannya dalam mengelola bisnis agen properti yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda di tahun 2017 mendatang:

1. Akhir Tahun Saatnya 'Berbenah Internal'
Menurut Monika, akhir tahun merupakan siklus penjualan yang melambat. Momen Natal dan libur Tahun Baru membuat fokus masyarakat beralih sejenak. Namun saat memasuki awal tahun, grafik penjualan masih tergolong meningkat. Sehingga, akhir tahun ini menjadi momen yang tepat bagi untuk menyiapkan kemampuan internal menghadapi tantangan properti tahun depan. “Biasanya kami melihat grafik performa dari para agen lalu melakukan perundingan di setiap divisi. Hal yang dibahas tentu saja capaian target tahun 2016 dan mengevaluasinya. Nanti, hasil evaluasi akan menjadi referensi target tahun 2017,” kata Monika. Tidak lupa juga untuk mengevaluasi bagaimana keberadaan sumber daya yang dimiliki.

2. Merapikan Database 

Terkait Klien Akhir tahun juga menjadi saat yang tepat untuk merapikan database terkait klien selama satu tahun. Buat kategorisasi klien menjadi tiga jenis yakni hot, warm, dan cold client. Tiga kategori tersebut dilihat dari loyalitas klien selama ini. Klien yang loyal dan belum loyal harus diperhatikan pada tahun selanjutnya agar terjadi peningkatan.

3. Tetap Memberikan Kepercayaan kepada Klien 
Menurut Monika, agen properti biasanya memiliki mindset sebagai agen untuk secondary property. “Jenis ini memiliki perbedaan yang signifikan bila disandingkan dengan primary property. Saya selalu menguatkan kepada seluruh tim, secondary property sangat bertumpu pada kejujuran dan kepercayaan,” tambahnya.

4. Jangan Lupa Lihat Secara Makro 
Dalam menjalankan bisnis properti, Monika merumuskan terdapat empat fase yang biasa dilakukan yakni listing (daftar properti), promosi, follow-up (tindak lanjut), dan clossing (penutupan). “Jangan lupa untuk meninjau media yang digunakan untuk menjalankan keempat fase tersebut, salah satunya media online yang digunakan. Lalu, sebaiknya juga tidak lupa untuk memerhatikan isu makro seperti tax amnesty. Kendati pada tahun ini masih belum terasa, diharapkan pada 2017 bisa menjadi awal yang baik,” ujarnya.

Dijual Rumah Siap Huni: 825 Juta, Lok. Margahayu Raya Bandung
KEMBALI BELANJA DAGOBAGUS.COM
KEMBALI BELANJA DAGOBAGUS.COM

Blog Dago Bagus
Blog Dago Bagus Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Post a Comment

 
back to top